BaileoIcon

TAPAKMAYA JARINGAN BAILEO MALUKU

Perbaharuan terakhir: 30 Juli 2004

 

RINGKASAN TRIWULAN KEGIATAN JARINGAN BAILEO MALUKU

Mei 2004

 

 

 

 

 

 

Sejak awal tahun ini, Yayasan Learissa Kayeli di Haruku mulai membangun satu Balai Serbaguna (Baileo) baru, khusus untuk pusat pelatihan dan demplot pertanian organik. Seperti tampak pada gambar atas, kerangka dasar bangunan utamanya baru saja didirikan pada bulan Februari 2004. Sementara pada gambar bawah tampak beberapa aktivis dari Sekretariat Jaringan di Ambon baru saja mendarat di pantai depan Balai baru tersebut dalam suatu kunjungan singkat, Maret 2004.

HarukuNewHall

BETA PETTAWARANIE

HarukuBeach

BETA PETTAWARANIE

 

1-2 gapbullet Peristiwa pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di Kota Ambon, 25 April 2004, sempat menimbulkan kerusuhan baru lagi setelah ketenangan tercipta selama hampir setahun akibat kerusuhan sosial besar sejak tahun 1999. Kekhawatiran bahwa kerusuhan akan menjalar luas, khususnya ke Pulau-pulau Lease (Haruku, Saparua, Nusa Laut) di sekitar Pulau Ambon, ternyata tidak terjadi. Yayasan Learissa Kayeli, anggota Jaringan Baileo Maluku yang berbasis di Pulau Haruku, dengan cepat melakukan antisipasi, menyelenggarakan pertemuan beberapa pemimpin adat dari beberapa desa disana. Para pemuka adat tersebut bersepakat untuk tidak terprovokasi dan saling menjaga dan memperingatkan satu sama lain. Mereka menyatakan tidak akan terpancing lagi untuk terjerumus pada musibah dan pelajaran pahit tahun 1999-2002. Polanya sama, kata salah seorang dari mereka, dan kita semua sudah tahu siapa di belakang semua ini, dan apa tujuannya. stopperbullet

20 gapbullet Pieter Elmas, mewakili tiga organisasi anggota Jaringan Baileo yang juga adalah anggota INSIST (Indonesian Society for Social Transformation), yakni DMM, MICROS, dan Sekolah Rakyat Madiwun Nen Mas Il, menandatangani Deklarasi Perubahan INSIST yang diselenggarakan di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta. Acara tersebut diadakan sekaligus dalam rangka memperingati 100 hari meninggalnya salah seorang pendiri INSIST, Dr. Mansour Fakih (anggota KOMNAS HAM). Pieter sendiri adalah juga salah seorang anggota Komite Pembaharuan-Dewan Konstituante INSIST yang bekerja sejak Desember 2003 untuk merumuskan perubahan INSIST tersebut. stopperbullet

21-23 gapbullet Beberapa orang aktivis senior Jaringan Baileo Maluku melakukan pertemuan khusus di Jakarta untuk membahas dan menyusun konsep dasar kebijakan, strategi, dan gagasan-gagasan pokok program Jaringan untuk lima tahun ke depan (2005-2010). Mereka adalah Pieter Elmas (Direktur MICROS), Nus Ukru (konsultan senior MICROS), Ronny Siwabessy (Direktur DMM), George Corputty (Sekretaris Eksekutif Jaringan), Don Marut dan Roem Topatimasang (anggota Dewan Tetua). Hasil rapat khusus ini yang akan dituangkan sebagai proposal besar kepada beberapa lembaga dana di Eropa yang selama ini menjadi pendukung utama Jaringan Baileo Maluku, khususnya NOVIB di Belanda. stopperbullet

horizontaline

Juni 2004

 

TulehuSpot

BETA PETTAWARANIE

Beberapa orang aktivis Jaringan Baileo Maluku dan Kepala Desk Indonesia NOVIB dari Belanda, Jelle Wolthuizen, asyik memperhatikan poster kampanye Pemilu 2004 di salah satu sudut Desa Tulehu, ketika mereka transit dalam perjalanan pulang dari Pulau Haruku, Maret 2004. Saat itu, suasana tenang dan damai sudah berlangsung di salah satu desa yang sempat menjadi salah satu titik terpanas sepanjang konflik sosial 1999-2002. Siapakah sebenarnya yang berkepentingan dan diuntungkan jika konflik dan kerusuhan kembali meledak disana?

 

16-19 gapbullet Tiga orang dari Tim Inti Fasilitator Jaringan Baileo Maluku (Hans Wamir, Fritz Elmas, Poly Renuw), sebagai konsultan lapangan MICROS, mengikuti acara lokakarya dengan Direktorat Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Departemen Dalam Negeri, di Hotel Bumi Karsa, Jakarta. Lokakarya ini adalah dalam rangka persiapan pelaksanaan Evaluasi Program Pengembangan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat, dan Kepulauan Aru, untuk tahun anggaran 2004. MICROS kembali dipercaya untuk melaksanakan evaluasi tersebut sebagai kelanjutan evaluasi yang sama tahun sebelumnya. stopperbullet

24 gapbullet Tim Advokasi Penyelesaian Kasus Ambon (TAPAK-Ambon), salah satu organisasi anggota Jaringan Baileo Maluku yang berkedudukan di Jakarta, bekerjasama dengan Crisis Center Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Lembaga Studi & Advokasi Masyarakat (ELSAM), dan Human Rights Watch Group (HRWG), menyelenggarakan diskusi publik di Jakarta mengenai usaha-usaha lanjutan penyelesaian konflik sosial di Maluku, khususnya Ambon, yang kembali memanas setelah peristiwa pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di Ambon pada tanggal 25 April 2004. Karena itu, fokus pembahasan adalah disekitar masalah RMS. Sam Pormes, senator Majelis Pertama Parlemen Belanda yang mewakili Partai Hijau (Groenlink), menyampaikan makalah menarik tentang maslaah ini dengan judul RMS: Sebuah Usaha Magis untuk Melanjutkan Kolonialisme. Dengan tegas dan didukung oleh fakta-fakta sejarah yang sangat rinci, Sam Pormes menunjukkan bahwa RMS sebenarnya bukanlah gerakan pembebasan nasional, tetapi justru gerakan untuk memantapkan sikap kolonial melalui kolonisasi kesadaran sebagian kecil orang Maluku oleh pemerintah Belanda saat itu. stopperbullet

horizontaline

Juli 2004

 

 

7-14 gapbullet Beberapa orang aktivis Jaringan Baileo Maluku melakukan survei singkat di Ambon, Lease, dan Seram, untuk mengumpulkan dan memilih lagu-lagu rakyat Maluku untuk diaransir ulang dan direkam dalam bentuk CD-audio. Mereka dibantu oleh Ignatius Wijoyanto dari Jogyakarta, mantan pelatih Paduan Suara Universitas Gajah Mada yang baru saja tampil dalam konser vokal klasik di Goethe Institute, Jakarta. Lagu-lagu rakyat Maluku tersebut akan diolah sampai bulan September nanti sebagai bagian dari bahan kampanye satu tim khusus Jaringan Baileo Maluku ke beberapa negara Eropa (Belanda, Belgia, Jerman, dan Finlandia). Direncanakan, dua orang relawan Jaringan Baileo Maluku, yakni Cliff Kissya (sebagai vokalis soprano), dan Julius Lawalata (sebagai gitaris), akan berkolaborasi dengan Wijoyanto menyajikan lagu-lagu rakyat tersebut nanti. stopperbullet

 

bluechromis

smallarrow Kembali ke Atas

smallarrow RUMAH smallarrow PETA TAPAK smallarrow ENGLISH