BaileoIcon

TAPAKMAYA JARINGAN BAILEO MALUKU

Perbaharuan terakhir: 30 Juli 2004

 

Anggota Jaringan

PROFIL ORGANISASI

horizontaline

 

OutdoorSession

BETA PETTAWARANIE

Pelatihan angkatan pertama fasilitator dan organiser lokal Jaringan Baileo Maluku, Oktober 1993, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Yayasan Nen Mas Il di Desa Evu, Kei Kecil, Maluku Tenggara. Sejak 2003, kampus ini mengelola pusat belajar aktivis gerakan sosial ‘Sekolah Rakyat Madiwun’ sebagai anggota Indonesian Society for Social Transformation (INSIST).

INSISTIcon

 

YAYASAN NEN MAS IL

gapbullet Sejarah: Diresmikan sebagai badan-hukum yayasan, tahun 1991, dari Biro Pelestarian Budaya di Desa Evu, Kei Kecil, Maluku Tenggara, yang diprakarsai oleh Pieter Elmas. Nama Nen Mas Il diambil dari nama sumber mata-air di Desa Evu yang merupakan sumber air terbesar di Pulau Keci Kecil dan untuk ibukota Kabupaten Maluku Tenggara, Tual. Yayasan ini pada dasarnya adalah cikal-bakal utama Jaringan Baileo Maluku dan merupakan anggota jaringan yang terkuat dan terbesar sampai saat ini. Karena kelengkapan sarana serta kekayaan pengalamannya, Yayasan ini pun sampai sekarang masih merupakan pusat utama informasi, pendidikan dan pelatihan bagi semua anggota jaringan yang lain. gapbullet Program Kerja Utama (2003-2006): (1) Pengorganisasian dan pengembangan masyarakat kawasan pantai barat Kei Kecil; (2) Pendidikan dan pelatihan regular masyarakat lokal; (3) Pengembangan sentra ekonomi kawasan berbasis masyarakat; (4) Produksi media pendidikan dan komunikasi masyarakat; (4) Advokasi kebijakan pemerintah daerah mengenai berbagai issu masyarakat setempat. gapbullet Sarana Kerja: Kantor, Kampus Pusat Pelatihan, studio Unit Audio-visual, Resort Ekowisata Laut, kendaraan angkutan, fasilitas telekomunikasi, dll. gapbullet Personil: 12 orang staf purna-waktu, 3 orang relawan purna-waktu, lebih dari 30 organiser lokal dan relawan paruh-waktu. gapbullet Pembiayaan dan sumber dana: (1) Hasil usaha sendiri (pelayanan jasa Pusat Pelatihan, Studio, Resort, angkutan umum, dll.); (2) Tabungan dana cadangan organisasi dan staf; (3) Bantuan lembaga dana (EU, OXFAM-GB, NOVIB, dll.) gapbullet Kontak: Hans Wamir (Direktur Pelaksana); Fritz Elmas (Koordinator Program Pengorganisasian & Pengembangan Masyarakat); gapbullet Alamat kontak: Yayasan Nen Mas Il, Kotak Pos 154, Tual 97611, Maluku Tenggara, Tel.+62 916 21665, Fax.+62 91621902, e-mail: nenmasil@baileo.or.id stopperbullet

smallarrow Kembali ke atas

BackfromGarden

TAN JO HANN

Ibu-ibu di Desa Watlaar, desa pusat Wilayah Adat Maur Ohoiwut, Kei Besar. Sejak tahun 1993, mereka telah aktif mengikuti hampir semua kegiatan Yayasan Pengembangan Maur Ohoiwut, dan sejak 1995, mereka memiliki 50 orang Perutusan Tetap dalam Musayawarah Besar Adat Maur Ohoiwut.

 

YAYASAN PENGEMBANGAN MAUR OHOIWUT

gapbullet Sejarah: Diresmikan sebagai badan-hukum yayasan, tahun 1995, di Desa Watlaar, Kei Besar, Maluku Tenggara, atas prakarsa Raja Wilayah Adat Maur Ohoiwut, J.P.Rahail (almarhum), sebagai tindak-lanjut dari Musyawarah Adat Besar Tahunan Maur Ohoiwut (MUMMO) 1993 & 1994. Sejak tahun 1995, YPMO berhasil meyakinkan para tetua adat setempat yang menyetujui adanya delegasi tetap perwakilan kaum perempuan dalam MUMMO, suatu terobosan penting dalam budaya patriarki tradisional. YPMO adalah juga salah satu pendiri Jaringan Baileo Maluku, dan Bapa Raja Rahail adalah Ketua Dewan Tetua Baileo sampai saat wafatnya (2001), dan kini dijadikan sebagai Tokoh Panutan Jaringan. gapbullet Program Kerja Utama (2003-2006): (1) Pengorganisasian dan pengembangan masyarakat 10 desa dalam wilayah adat Maur Ohoiwut; (2) Pendidikan dan pelatihan regular masyarakat lokal; (3) Advokasi kebijakan pemerintah daerah mengenai berbagai issu masyarakat setempat. gapbullet Sarana Kerja: Kantor, Balai Pertemuan & Pelatihan Masyarakat, lahan kolektif, dll. gapbullet Personil: 5 orang staf purna-waktu, lebih dari 20 organizer lokal dan relawan paruh-waktu. gapbullet Pembiayaan dan sumber dana: (1) Hasil usaha sendiri (perdagangan hasil-bumi kolektif). (3) Swadaya dan sumbangan warga Maur Ohoiwut. (3) Bantuan lembaga dana (EU, OXFAM-GB, NOVIB, dll.) gapbullet Kontak: Yus Ohoiulun (Koordinator Manajemen & Organisasi); Efrem Silubun (Koordinator Program). gapbullet Alamat kontak: d/a Yayasan Nen Mas Il. stopperbullet

smallarrow Kembali ke atas

horizontaline

LeadersRitual

TAN JO HANN

Para anggota Kewang Haruku yang juga adalah para organiser lokal Yayasan Learissa Kayeli dalam upacara adat Buka Sasi Lompa, Nopember 1995. Praktek pelestarian alam tradisional ini telah menjadi objek kajian banyak penelitian ilmiah, dan mendapat pengakuan serta penghargaan Hadiah Nasional Lingkungan Hidup, Kalpataru, pada tahun 1986.

 

YAYASAN LEARISSA KAYELI

gapbullet Sejarah: Diresmikan sebagai badan-hukum yayasan, tahun 1995, atas prakarsa mantan Raja Negeri Haruku, Berth Ririmasse (almarhum), dan Kepala Kewang (Lembaga Pelaksana Dewan Adat) Haruku, Eliza Kissya. Nama “Learissa Kayeli” diambil dari nama buaya sakti dalam mitologi setempat, pelindung ikan-ikan lompa yang melahirkan tradisi koservasi, sasi, yang terkenal di Haruku, Kepulauan Lease, Maluku Tengah. YLK juga adalah salah satu pendiri Jaringan Baileo Maluku, dan Bapa Raja Bert Ririmasse adalah Anggota Dewan Tetua Baileo sampai saat wafatnya (1997), dan bersama Bapa Raja Rahail telah diangkat sebagai Tokoh Panutan Jaringan ini. gapbullet Program Kerja Utama (2003-2006): (1) Pengorganisasian dan pengembangan masyarakat Desa Haruku-Sameth dan sekitarnya; (2) Pendidikan dan pelatihan regular masyarakat lokal; (3) Advokasi kebijakan pemerintah daerah mengenai berbagai issu masyarakat setempat. gapbullet Sarana Kerja: Kantor, Balai Pertemuan & Pelatihan Masyarakat, kendaraan angkutan, lahan kolektif, bengkel, dll. gapbullet Personil: 5 orang staf purna-waktu, lebih dari 20 organizer lokal dan relawan paruh-waktu. gapbullet Pembiayaan dan sumber dana: (1) Hasil usaha sendiri (hasil lahan kolektif, koperasi warga, jasa angkutan umum); (2) Swadaya warga Haruku; (3) Bantuan lembaga dana (EU, OXFAM-GB, NOVIB, dll.) gapbullet Kontak: Eliza Kissya (Direktur); Piet Mustamu (Koordinator Manajemen & Organisasi); Cliff Kissya (Koordinator Program). gapbullet Alamat kontak: d/a Sekretariat Jaringan Baileo Maluku, Kotak Pos 1192, Amboina 97001, Tel/fax.+62 911 356216, e-mail: sekretariat@baileo.or.id; learissakayeli@baileo.or.id; stopperbullet

smallarrow Kembali ke atas

horizontaline

YamdenaForest

BETA PETTAWARANIE, TAN JO HANN

Ukiran patung kayu tradisional khas Tanimbar (kanan), dari bahan kayu keras torim yang melimpah di hutan Kepulauan tersebut. Tahun 1993, masyarakat adat lokal disana berhasil mendesak pemerintah menghentikan izin konsesi pembalakan hutan Pulau Yamdena (kiri). Para organiser lokal yang menggerakkan penentangan konsesi hutan itulah yang menjadi cikal-bakal Yayasan Sor Silai.

 

YAYASAN SOR SILAI

gapbullet Sejarah: Diresmikan sebagai badan-hukum yayasan, tahun 1998, dari satu stasiun pelaksana lapangan program YNMI yang telah aktif sejak 1994, berkedudukan di Desa Baumaki, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat. Yayasan ini sekaligus merupakan kerjasama rintisan antara Baileo dengan Ikatan Cendekiawan Tanimbar Indonesia (ICTI) dan SKEPHI, segera setelah Kasus Yamdena selesai pada tahun 1993. Perkembangan kasus inilah yang membuat gagasan pendirian yayasan ini sempat tertunda sekian lama dan baru terwujud pada tahun 1998. Perintis yayasan ini sampai sekarang juga masih berperan sebagai direktur pelaksananya, Felix Mitakda. gapbullet Program Kerja Utama (2003-2006): (1) Pengorganisasian dan pengembangan masyarakat adat di wilayah Kepulauan Tanimbar, khususnya di bagian selatan; (2) Pendidikan dan pelatihan regular masyarakat lokal; (3) Advokasi kebijakan pemerintah daerah mengenai berbagai issu masyarakat setempat. gapbullet Sarana Kerja: Kantor, Balai Pertemuan & Pelatihan Masyarakat, kendaraan angkutan, lahan kolektif, sarana telekomunikasi, dll. gapbullet Personil: 4 orang staf purna-waktu, 3 orang relawan purna-waktu, dan lebih dari 20 organizer lokal dan relawan paruh-waktu. gapbullet Pembiayaan dan sumber dana: (1) Hasil usaha sendiri (hasil lahan kolektif, dll); (2) Swadaya warga masyarakat setempat; (3) Bantuan lembaga dana (EU, OXFAM-GB) gapbullet Kontak: Felix Mitakda (Direktur); Titi Manumbi (Koordinator Manajemen & Organisasi); Mikael (Koordinator Program). gapbullet Alamat kontak: d/a Yayasan Nen Mas Il; Telp.+62 0918 21175, Fax. (c/o TELKOM Saumlaki), +62 0918 21200. stopperbullet

smallarrow Kembali ke atas

horizontaline

JedangIsland

BETA PETTAWARANIE, TAN JO HANN

Beberapa orang organiser lokal Yayasan Lisi Bijarum sedang melakukan pemantauan dan memeriksa kerang mutiara yang baru saja mereka ambil dari dasar laut di Pulau Jedang, Pulau-pulau Kola, Aru Utara. Sejak 1996, masyarakat adat lokal disana berhasil memperjelas batas wilayah ulayat laut mereka menghadapi perusahaan-perusahaan mutiara dan pukat harimau.

 

YAYASAN LISI BIJARUM

gapbullet Sejarah: Diresmikan sebagai badan-hukum yayasan, tahun 1998, dari satu stasiun pelaksana lapangan program YNMI yang telah aktif sejak 1994, berkedudukan di Desa Wokam, Kepulauan Aru, Maluku Tenggara. Sampai sekarang, wilayah kerja yayasan ini adalah wilayah kerja Jaringan Baileo Maluku yang paling luas, dan yang paling banyak menghadapi kasus sengketa wilayah antara masyarakat lokal dengan pengusaha. Kepala Desa Wokam adalah juga salah seorang Anggota Dewan Tetua Baileo sejak awal pendirian jaringan ini. gapbullet Program Kerja Utama (2003-2006): (1) Pengorganisasian dan pengembangan masyarakat adat di wilayah Kepulauan Aru, khususnya di bagian utara dan tengah; (2) Pendidikan dan pelatihan regular masyarakat lokal; (3) Advokasi kebijakan pemerintah daerah mengenai berbagai issu masyarakat setempat. gapbullet Sarana Kerja: Kantor, Balai Pertemuan & Pelatihan Masyarakat, kendaraan angkutan, lahan kolektif, sarana telekomunikasi, dll. gapbullet Personil: 4 orang staf purna-waktu, 3 orang relawan purna-waktu, dan lebih dari 20 organizer lokal dan relawan paruh-waktu. gapbullet Pembiayaan dan sumber dana: (1) Hasil usaha sendiri (hasil lahan kolektif, dll); (2) Swadaya warga masyarakat setempat; (3) Bantuan lembaga dana (EU, OXFAM-GB) gapbullet Kontak: Simon (Direktur); Syafrudin Belsigawai (Koordinator Manajemen & Organisasi); Cory Waitabi (Koordinator Program). gapbullet Alamat kontak: d/a Yayasan Nen Mas Il; Telp. +62 0917 21721, Fax. (c/o TELKOM Dobo) +62 0917 21333. stopperbullet

smallarrow Kembali ke atas

horizontaline

FruitSellers

TAN JO HANN

Satu keluarga dari pulau kecil Taam di tengah Laut Banda menjual mangga hasil kebun mereka di pasar Kota Tual. Salah seorang organiser lokal Yayasan Elmasrum, Ahmad Dahlan Tamher, ketika menjabat Lurah Kota Tual (2001-2002), membebaskan semua pedagang kaki-lima disana dari semua pungutan-liar dan retribusi.

 

YAYASAN ELMASRUM

gapbullet Sejarah: Merupakan anggota termuda Jaringan Baileo Maluku saat ini. Baru bergabung resmi pada tahun 2001, meskipun banyak aktivisnya sudah aktif mengikuti kegiatan Baileo sejak 1999. Diresmikan sebagai badan-hukum yayasan tahun 2001, berkedudukan di Kota Tual, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara, yayasan ini bercikal-bakal dari sekelompok anggota Tim Relawan Kemanusiaan YNMI di Kota Tual segera setelah kerusuhan tahun 1999. Karena kedudukannya di daerah perkotaan, Yayasan ini lebih diproyeksikan menangani issu-issu masyarakat perkotaan dan advokasi kebijakan pemerintah daerah. gapbullet Program Kerja Utama (2003-2006): (1) Pengorganisasian dan pengembangan masyarakat adat di wilayah Kota Tual dan sekitarnya, termasuk desa-dsa di bagian utara Kei Kecil; (2) Pendidikan dan pelatihan regular masyarakat lokal; (3) Advokasi kebijakan pemerintah daerah mengenai berbagai issu masyarakat setempat. gapbullet Sarana Kerja: Kantor, sarana telekomunikasi, dll. gapbullet Personil: 3 orang staf purna-waktu, 3 orang relawan purna-waktu, dan lebih dari 20 organizer lokal dan relawan paruh-waktu. gapbullet Pembiayaan dan sumber dana: (1) Swadaya warga masyarakat setempat; (2) Bantuan lembaga dana (ICMC, OTI, dll.) gapbullet Kontak: Mohamad Kabalmay (Direktur); Dahlan Tamher (Koordinator Manajemen & Organisasi); Ahmad Kamal Renwarin (Koordinator Program). gapbullet Alamat kontak: Yayasan Elmasrum, Jalan Diponegoro 1, Tual 97601, Maluku Tenggara, Tel.+62 916 22173; e-mail: elmasrum@baileo.or.id stopperbullet

smallarrow Kembali ke atas

horiozontaline

PreparingFishnet

TAN JO HANN

Nelayan di Pulau Tanimbar Kei, mempersiapkan jaring yang mereka peroleh dari bantuan Koperasi Nelayan Kei. Mereka sekaligus adalah organiser lokal Jaringan Baileo Maluku yang dikordinir langsung oleh Yayasan Nen Mas Il.

 

KOPERASI NELAYAN KEI

gapbullet Sejarah: Didirikan pada tahun 1997 oleh para organiser lokal dan kelompok masyarakat nelayan mitra YNMI di Desa Letman dan Kolser, Kei Kecil, Maluku Tenggara. Koperasi ini juga merupakan Koperasi Serba Usaha (KSU), terutama untuk memasok kebutuhan sehari-hari para nelayan anggota, dan memasarkan hasil produksi usaha perikanan tangkap mereka. Kerusuhan besar 1999 juga sempat membuat koperasi ini tak berjalan sampai akhir tahun 2001, dan baru mulai aktif kembali sejak pertengahan tahun 2002. gapbullet Program Kerja Utama (2003-2006): (1) Reorganisasi manajemen internal; (2) Rekonsolidasi anggota; (3) Pembangunan kembali unit-unit usaha yang macet akibat kerusuhan 1999. gapbullet Sarana kerja: Kantor, sarana alat penangkapan, kendaraan angkutan, dll. gapbullet Personil: 2 orang staf purna-waktu, 3 orang anggota Badan Pengurus paruh-waktu. gapbullet Pembiayaan dan sumber dana: (1) Iuran dan tabungan anggota; (2) Penyisihan sisa hasil usaha koperasi; (2) Bantuan lembaga dana (OXFAM-GB, dll). gapbullet Kontak: Abdul Azis Ohoibor (Ketua Badan Pengurus), Mohamad Salim Ubfan (Anggota Pengurus). gapbullet Alamat kontak: d/a Yayasan Nen Mas Il. stopperbullet

smallarrow Kembali ke atas

horizontaline

House3RProject

BETA PETTAWARANIE

Salah satu dari lebih 300 rumah untuk pengungsi korban kerusuhan sosial 1999 di Kei Kecil, yang dibangun oleh Yayasan Nen Mas Il dan Koperasi Perumahan Rahan Fatnim. Koperasi ini juga membangun komplek perumahan umum di Kota Tual (125 rumah) untuk masyarakat kelas menengah ke bawah, melalui skema kredit bank.

 

KOPERASI PERUMAHAN RAHAN FATNIM

gapbullet Sejarah: Didirikan pada tahun 1997, menanggapi prakarsa kerjasama dari lembaga dana koperasi perumahan rakyat dari Jerman, DESWOS, untuk membangun perumahan bagi masyarakat berpendapatan rendah dan menengah dengan sistem koperasi. Sebagai proyek pertama, mulai tahun 1998, adalah pembangunan 125 unit rumah di Kota Tual, dan berhasil diselesaikan 90 unit, sampai terjadinya kerusuhan besar, pada bulan April dan Juni 1999, yang membuat pembangunan 35 unit sisanya sempat tertunda lama sampai akhir tahun 2002. Kini, Rahan Fatnim kembali mulai aktif dengan merehabilitasi rumah-rumah yang sempat rusak akibat kerusuhan, bahkan sudah mulai memasang instalasi listrik dan air bersih di Komplek Perumahan Un. gapbullet Program Kerja Utama (2003-2006): (1) Reorganisasi manajemen internal; (2) Rekonsolidasi para nasabah dan penghuni, terutama yang mengungsi akibat kerusuhan; (3) Rehabilitasi rumah-rumah yang rusak akibat kerusuhan; (4) Pengembangan model proyek baru di kawasan pantai barat Kei Kecil. gapbullet Sarana kerja: Kantor, Kompleks Perumahan Un, kendaraan angkutan, fasilitas telekomunikasi, dll. gapbullet Personil: 3 orang staf purna-waktu, 5 anggota Badan Pengurus paruh-waktu. gapbullet Pembiayaan dan sumber dana: (1) Cicilan dan tabungan nasabah penghuni; (2) Penyisihan sisa hasil usaha koperasi; (3) Iuran anggota; (4) bantuan lembaga dana (DESWOS). gapbullet Kontak: Fritz Elmas (Ketua Badan Pengurus); Roem Topatimasang, Pieter Elmas (Anggota Badan Pengawas). gapbullet Alamat kontak: (1) d/a Yayasan Nen Mas Il; (2) Kompleks Perumahan Koperasi Rahan Fatnim, Desa Un, Tual, Maluku Tenggara. E-mail: rahanfatnim@baileo.or,id stopperbullet

smallarrow Kembali ke atas

horizontaline

RefugeeExodus

BETA PETTAWARANIE

Para pengungsi korban kerusuhan sosial 1999 menyerbu dan berdesakan di atas kapal pengangkut di Teluk Ambon, Januari 1999. Sejak saat itu, ratusan anggota Tim Relawan Kemanusiaan Jaringan Baileo Maluku bergerak melayani sekitar 8000 pengungsi di puluhan barak penampungan sementara di beberapa pulau di Maluku Tengah dan Tenggara.

 

HIMPUNAN MALUKU UNTUK KEMANUSIAAN

gapbullet Sejarah: Dibentuk sebagai suatu organisasi ad-hoc pada tahun 1999, dengan nama Tim Relawan Kemanusiaan (TRK), segera setelah kerusuhan besar terjadi di Ambon, Lease, Seram, dan Kei. Tenaga intinya adalah para organiser lokal Jaringan Baileo, para aktivis mahasiswa, para relawan lokal, dan para korban kerusuhan dan pengungsi sendiri, tercatat tidak kurang dari 200 orang. Sampai akhir tahun 2000, sebagian besar kegiatannya masih terpusat pada penyaluran bantuan darurat kepada para korban dan pengungsi. Sejak awal 2001, mulai aktif melakukan proses-proses rekonsiliasi, dan sejak 2002 mulai melangkah ke proses-proses rehabilitasi dan rekonstruksi sambil terus melanjutkan proses-proses rekonsiliasi. Sebagai hasil restrukturisasi Jaringan Baileo secara keseluruhan, pada Maret 2003, Musyawarah Besar Anggota TRK akhirnya bersepakat merubah bentuk dan nama organisasi mereka menjadi Himpunan Maluku untuk Kemanusiaan (HUMANUM). gapbullet Program Kerja Utama (2003-2006): (1) Khusus di kawasan Maluku Tengah (Ambon, Lease, Seram), masih melanjutkan proses rekonsiliasi dan rekonstruksi; (2) Di kawasan Maluku Tenggara (Kei, Seram, Tanimbar) mulai memasuki tahap rehabilitasi desa-desa korban; (3) Penjajakan kemungkinan pengembangan TRK menjadi suatu perhimpunan otonom berbasis keanggotaan. gapbullet Sarana kerja: Kantor (stasion-stasion) lapangan di beberapa tempat di Ambon, Lease, Seram dan Kei, kendaraan angkutan, sarana telekomunikasi, dll. gapbullet Personil: 15 orang relawan purna-waktu, sekitar 75 orang relawan paruh-waktu. gapbullet Pembiayaan dan sumber dana: (1) Sumbangan masyarakat umum; (2) Kontribusi dari semua organisasi anggota jaringan; (3) Bantuan lembaga dana (NOVIB, OXFAM-GB, CD-Bethesda, dll). gapbullet Kontak: George Corputty (Ketua Dewan Pengurus); Samson Atapary (Wakil Ketua); Yusmalinda Holle (Sekretaris Pelaksana); Vivi Marantika, Ike Rolobessy, Julius Lawalata, Yohannes Balubun (Perwakilan Anggota). gapbullet Alamat kontak: HUMANUM, d/a Sekretariat Jaringan Baileo Maluku; e-mail: humanum@baileo.or.id stopperbullet

smallarrow Kembali ke atas

horizontaline

SamsonatUNCHR

ZAIRIN SALAMPESSY

Samson Atapary (tengah), salah seorang anggota Tim Relawan Kemanusiaan & Tim Inti Fasilitator Jaringan Baileo Maluku, mewakili TAPAK-Ambon menyampaikan laporan keadaan pengungsi korban kerusuhan sosial Maluku 1999-2001 di Sub-Komisi Hak Asasi Manusia PBB di Palais des Pais, Jenewa, Swiss, pada sidang tahunan Sub Komisi tersebut bulan April 2003.

 

TIM ADVOKASI PENYELESAIAN KASUS AMBON

gapbullet Sejarah: Tim Advokasi untuk Penyelesaian Kasus Ambon (TAPAK-Ambon) pada awalnya dibentuk sebagai suatu tim kerja ad-hoc untuk mengadvokasikan berbagai masalah dan dampak konflik berkepanjangan di Maluku, terutama di kota dan pula Ambon, sejak tahun 1999. Fokus perhatiannya adalag pada masalah-masalah pelanggaran hak asasi manusia melalui tindak kekerasan, penegakan hukum, peninjauan kembali peran militer dan keadaan darurat sipil, serta dukungan bagi usaha-usaha rekonsiliasi dan perdamaian. Jaringan Baileo Maluku adalah salah satu pemrakarsa utama, kemudian bergabung beberapa ORNOP nasional dan pribadi-pribadi yang peduli. Setelah 3 tahun sejak berdirinya pada tahun 2000, TAPAK Ambon kemudian mengubah bentuk organisasinya sekarang menjadi Perhimpunan, tetapi tetap dengan nama yang sama. TAPAK-Ambon kini merupakan salah satu sumber informasi utama bagi upaya-upaya advokasi masalah Ambon dan Maluku di tingkat nasional maupun internasional. gapbullet Program Kerja Utama (2003-2006): (1) Melanjutkan investigasi kasus-kasus tindak kekerasan dan pelanggaran HAM pasca konflik di Ambon; (2) Mengembangkan terus sistem pangkalan data dan informasi pelanggaran tersebut secara sistematis; (3) Melanjutkan proses-proses advokasi dan kampanye di tingkat nasional dan intenasional untuk penegakan hukum, penghapusan status darurat sipil, dan peninjauan peran militer di Ambon. gapbullet Sarana Kerja: Kantor, sistem komputer dan fasilitas telekomunikasi, kendaraan, dsb. gapbullet Personil: 3 staf purna-waktu; lebih dari 20 relawan paruh-waktu. gapbullet Pembiayaan dan Sumber Dana: (1) Sumbangan dari berbagai fihak yang peduli; (2) Kontribusi dari Jaringan Baileo Maluku; (3) Hibah dari donor (NOVIB). gapbullet Kontak: Zairin Salampessy (Sekretaris Pelaksana) gapbullet Alamat Kontak: TAPAK-Ambon, Tebet Raya 3-J, Jakarta 12810, Indonesia; Tel/Fax.+62 21 8314155; E-mail: tapak@nusa.or.id; tapak@baileo.or.id stopperbullet

smallarrow Kembali ke atas

horizontaline

WarNet

MOSES SIRKEN

Para pengunjung Warung Internet (WARNET) yang dikelola PT. Arumbai di kompleks perkantoran Jaringan Baileo Maluku di Kita Tual, Kei Kecil, Maluku Tenggara. Kafe Internet ini beroperasi sejak 2003, bekerjasama dengan PT. Pasific Satelit Network (PSN), dengan 10 terminal untuk umum dan 6 terminal untuk kompleks perkantoran.

 

Perusahaan Perdagangan PT. ARUMBAI

gapbullet Sejarah: Sudah direncanakan sejak tahun 1997, tetapi akibat kerusuhan besar 1999, baru terwujud efektif pada tahun 2001. Semua organisasi anggota jaringan adalah pemilik saham perseroan ini dengan menyetorkan langsung dana tunai saham tersebut sebagai modal kerja awal perusahaan senilai total Rp 600 juta. Selain beberapa unit usaha yang sudah berjalan (pengumpulan dan pemasaran hasil-bumi masyarakat dari wilayah kerja anggota jaringan, pemasokan bahan bangunan, usaha angkutan umum, dan toko peralatan perikanan laut), perusahaan ini baru memulai kaji-kelayakan usaha baru untuk investasi jangka-panjang (perdagangan dan jasa angkutan barang antar pulau, jasa pelayanan telekomunikasi dan perjalanan, dll). Dalam jangka-panjang, diharapkan badan usaha ini merupakan sumber dana utama mandiri bagi seluruh anggota jaringan, dengan proyeksi penyisihan keuntungan sekitar 20-30% per tahun. gapbullet Program Kerja Utama (2003-2006): (1) Pengelolaan unit-unit usaha yang sudah berjalan; (2) Kaji kelayakan investasi beberapa jenis usaha baru; (3) Pemantapan sistem manajemen dan keuangan internal. gapbullet Sarana kerja: Kantor, gudang, toko, kendaraan angkutan, fasilitas telekomunikasi, dll. gapbullet Personil: 3 orang staf purna-waktu, 2 orang anggota Dewan Komisaris paruh-waktu. gapbullet Pembiayaan dan sumber dana: (1) Setoran saham semua anggota jaringan; (2) Penyisihan keuntungan unit-unit usaha yang sudah berjalan; (2) Pinjaman bank (masih dijajaki). gapbullet Kontak: Edo Rahail (Direktur Pelaksana); Pieter Elmas (Ketua Dewan Komisaris). gapbullet Alamat kontak: Kompleks Perkantoran Jaringan Baileo Maluku, Jalan J.P.Rahail, Langgur, Maluku Tenggara; Tel.+62 916 21665, Fax.+62 91621902, e-mail: arumbai@baileo.or.id stopperbullet

smallarrow Kembali ke atas

horizontaline

ExternalAudit

TAN JO HANN

Seorang akuntan publik dari Jakarta sedang melakukan audit eksternal dan melatih staf MICROS melakukan proses audit kelembagaan organisasi, manajemen, dan keuangan, sebagai salah bentuk jasa keahlian yang disediakan oleh MICROS. Sejak 1996, semua organisasi anggota Jaringan Baileo Maluku telah menjalani audit eksternal tahunan. MICROS adalah juga menjadi anggota Indonesian Society for Social Tranformation (INSIST).

INSISTIcon

 

Maluku Institutional Capacity & Resource Consultants (MICROS), P.T.

gapbullet Sejarah: Ini adalah salah satu organisasi yang terbaru di bentuk di lingkungan Jaringan Baileo Maluku. Dibentuk pada April 2003, sebagai hasil dari retrukturisasi Jaringan Baileo secara menyeluruh, dengan nama MICROS (Maluku Institutional Capacity & Resources Consultants). Dibentuk sebagai suatu perseroan terbatas (PT) dengan 11 orang senior (3 perempuan dan 8 laki-laki) Jaringan Baileo sebagai Tim Inti Konsultan Utama, sekaligus sebagai pemegang saham pertamanya. Reformasi sistem politik nasional sejak tahun 1998, dan banjir bantuan dana internasional akibat kerusuhan sejak 1999, melahirkan banyak ORNOP baru di seluruh Maluku, tetapi sangat tidak berpengalaman dan lemah dalam banyak hal. MICROS dibentuk untuk mengantisipasi kebutuhan pengembangan kemampuan organisasi-organisasi tersebut, selain menyediakan jasa pelayanan kepada berbagai fihak lain, termasuk pemerintah, yang memang membutuhkan. gapbullet Program Kerja Utama (2003-2006): (1) Memberikan pelayanan jasa konsultasi pengembangan kemampuan kepada organisasi-organisasi lokal di Maluku, dalam bentuk pelatihan, pemantauan, evaluasi, perencanaan, dan perancangan sistem kerja; (2) Mengembangkan basis pendanaan mandiri bagi semua anggota Jaringan dengan menyisihkan sebagian dari keuntungannya per tahun melalui mekanisme Yayasan Dana Mitra Maluku; (3) Membangun kerjasama dengan lembaga-lembaga pelayanan sejenis di tingkat nasional. gapbullet Sarana Kerja: Kompleks perkantoran, sistem komputer dan telekomunikasi; fasilitas transportasi, dll. gapbullet Personil: 5 staf purna-waktu, satu tim inti konsultan, satu tim konsultan mitra. gapbullet Pembiayaan & Sumber Dana: (1) Penyertaan modal saham dari semua tim inti konsultan; (2) Penyisihan 20-30% dari pembayaran jasa setiap konsultan; (3) Pembayaran jasa manajemen pelayanan kepada pengguna jasa. gapbullet Kontak: Pieter Elmas (Direktur Umum); Nus Ukru (Direktur Program Pengembangan dan Kajian); Roem Topatimasang dan Donatus K.Marut (Ketua & Anggota Dewan Komisaris). gapbullet Alamat Kontak: (1) Kompleks Jaringan Baileo Maluku, Jalan J.P.Rahail, Langgur, Maluku Tenggara, Indonesia; Telp.+62 916 21665, Fax.+62 916 21902; e-mail: micros@baileo.or.id; (2) c/o Sekretariat Jaringan Baileo Maluku. stopperbullet

smallarrow Kembali ke atas

horizontaline

DMMLogo

Logo DMM, stilasi patung manusia khas Kepulauan Tanimbar dan atap rumah tradisional masyarakat adat Hualu di Pulau Seram. Sejak 2004, DMM mengelola semua asset dan dana Jaringan Baileo Maluku secara keseluruhan. DMM adalah juga anggota Indonesian Society for Social Transformation (INSIST).

INSISTIcon

 

DANA MITRA MALUKU

gapbullet Sejarah: Ini adalah organisasi terbaru lainnya dalam lingkungan Jaringan Baileo Maluku. Dibentuk pada April 2003, dengan nama Yayasan Dana Mitra Maluku (DMM), terutama untuk mengambil alih semua fungsi Sekretariat Jaringan selama ini sebagai perantara antara semua organisasi anggota Jaringan dengan lembaga-lembaga donor. Tetapi tujuan utama jangka-panjang pendiriannya adalah untuk membangun suatu sistem pendanaan (grantmaking) bagi organisasi-organisasi anggota Jaringan dan organisasi-organisasi lokal lainnya di Maluku yang memiliki visi dan mkisi yang sama dengan Jaringan. Diharapkan, suatu saat kelak, DMM akan memiliki dana abadi (endowment fund) bagi organisasi-organisasi lokal di Maluku, sehingga secara perlahan mengurangi ketergantungan pada sumber-sumber dana dari lembaga donor. gapbullet Program Kerja Utama (2003-2006): (1) Menyediakan jasa pelayanan perantara kepada lembaga-lembaga donor yang bekerja dengan organisasi-organisasi lokal di Maluku; (2) Mengembangkan suatu sistem pendanaan bagi organisasi-organisasi lokal di Maluku; (3) Mulai merintis suatu dana abadi bagi organisasi-organisasi lokal di Maluku melalui kontribusi dari setiap organisasi anggota Jaringan, pembayaran jasa pelayanan ke fihak pengguna jasa, dan kampanye penggalangan dana. gapbullet Sarana Kerja: Kantor, sistem komputer dan telekomunikasi, kendaraan, dsb. gapbullet Personil: 5 staf purna-waktu, lebih dari 20 relawan paruh-waktu. gapbullet Pembiayaan & Sumber Dana: (1) Pembayaran jasa pelayanan dan manajemen kepada fihak pengguna; (2) Sumbangan dari hasil kampanye penggalangan dana; (3) Kontribusi dari semua organisasi anggota Jaringan, terutama lembaga-lembaga usaha seperti perusahaan konsultan MICROS, perusahaan perdgangan ARUMBAI, dan Koperasi Perumahan RAHAN FATIM gapbullet Kontak: Rony Siwabessy (Direktur Pelaksana); Mery Ngamelubun (Sekretaris Program); Paulina Uktolseja (Bendahara); Donatus K.Marut, Ivan A.Hadar, Christina Marantika, Pieter Elmas, Nus Ukru (Dewan Pembina). gapbullet Alamat Kontak: c/o Sekretariat Jaringan Baileo Maluku; e-mail: dmm@baileo.or.id stopperbullet

smallarrow Kembali ke atas

horizontaline

PENEGAKAN ETIK & DISIPLIN ORGANISASI

Dalam sejarahnya, Jaringan Baileo Maluku sempat memecat tiga organisasi anggotanya. Yang pertama adalah melikuidasi Yayasan Moritari di Seram Tengah pada tahun 1996, karena konflik internal yang tak pernah selesai tuntas. Sebagai gantinya, dibentuk Yayasan Neworita, tetapi sekali lagi karena kekacauan manajemen dan penyelewengan keuangan, yayasan ini akhirnya dilikuidasi juga pada tahun 2001. Yang terakhir adalah mengeluarkan Yayasan Saniri di Ambon pada tahun 2000, karena kekacauan manajemen dan indikasi kuat penyalahgunaan keuangan. Semua keputusan ini diambil melalui proses konsultasi panjang dengan semua anggota yang kemudian bersepakat memutuskannya bersama dalam Majelis Umum Jaringan Baileo Maluku, forum tertinggi jaringan ini, dan disetujui oleh Dewan Tetua. stopperbullet

horizontaline

 

crowncardinal

smallarrow Kembali ke atas smallarrow TENTANG KAMI

smallarrow RUMAH smallarrow PETA TAPAK smallarrow ENGLISH