|
|
|
TAPAKMAYA JARINGAN BAILEO MALUKU Perbaharuan terakhir: 30 Juli 2004 |
|
MOSES SIRKEN PESTA RAKYAT
Seperti semua acara
GAMBAR ATAS: Penduduk berkerumun di sepanjang tepi sungai Learissa Kayeli, menunggu aba-aba dari Kewang (Pelaksana Dewan Adat) Haruku untuk memulai panenan.
GAMBAR BAWAH:
Tiga ibu membersihkan sebagian kecil dari hasil panen mereka.
Buka sasi lompa
tahun 2004 ini menghasilkan total sekitar 12 ton ikan lompa segar, tambahan sumber protein alami bagi masyarakat setempat.
MOSES SIRKEN |
|
BUKA SASI LOMPA di HARUKU Yang Pertama Setelah Kerusuhan 1999
Kerusuhan dan konflik yang terjadi di Maluku, selain membawa banyak sekali korban jiwa dan harta-benda, juga menghentikan banyak kegiatan kebudayaan, termasuk upacara-upacara adat dan pesta rakyat. Salah satunya adalah
Ratusan penduduk Haruku dan sekitarnya menghadiri acara dan sekaligus memanen ikan
lompa
(sejenis sardin, Thissina baelama)
di muara sungai Learissa Kayeli. Mungkin memang karena perhatian semua orang lebih terpusat pada kerusuhan tersebut, tidak banyak yang tahu bahwa pada tahun 2000, telah terjadi gelombang besar mirip tsunami (diperkirakan sebagai akibat geseran tektonik di Laut Banda) yang mengikis pantai Desa Haruku, menyebabkan abrasi parah pada kawasan konservasi pantai dan muara sungai Learissa Kayeli, lokasi ritual Buka Sasi Lompa dan tempat bertelur burung maleo yang dilindungi, dimana Balai Lingkungan Hidup Kewang Haruku juga terletak. Pantai sepanjang sekitar 1 km terkikis habis selebar lebih dari 10 meter. Yayasan Learissa Kayeli merencanakan membangun tanggul pelindung, tetapi belum tersedia dana yang dibutuhkan sekitar Rp 150 juta.
Hanya sebulan sesudah acara
Buka Sasi Lompa
yang terakhir ini, video dokumenter acara yang sama pada tahun 1996, produksi Jaringan Baileo Maluku, mendapat kehormatan ditayangkan dalam |
|
|
||
|
RUJUKAN:
Praktek
sasi
sebagai suatu sistem konservasi lingkungan dan sumberdaya alam telah diakui dan sering dijadikan contoh dalam banyak penelitian dan kajian lingkungan
(environmental studies).
Daftar kepustakaan berikut ini dapat menjadi sumber acuan dan rujukan yang berguna untuk memahaminya lebih rinci:
|
||
|
|
|